togeljitu
LIVEUntuk membuat pesan lebih langsung, periksa dua hal: apakah kata-katanya menyatakan maksud dengan tepat dan apakah urutan gagasannya mudah diikuti. Dalam bahasan TOGELJITU tentang komunikasi, keduanya menjadi pegangan untuk menyunting—bukan aturan kaku, melainkan cara agar pembaca tak perlu menyusun ulang pesan sendiri.
Temukan inti sebelum merapikan kalimat
Komunikasi secara umum dipahami sebagai proses penyampaian informasi. Dalam banyak model, sumber mengodekan informasi menjadi pesan, mengirimkannya melalui saluran, lalu penerima mendekodekan pesan untuk memahami isinya. Model-model tersebut menyederhanakan unsur dan interaksi dalam proses komunikasi [1]. Kerangka ini memberi alasan praktis untuk memeriksa dua hal saat menyunting: bentuk pesan dan susunan gagasannya.
Sebelum membenahi kalimat, tulis inti pesan dalam satu baris: informasi apa yang perlu diketahui, atau tindakan apa yang diminta? Setelah itu, pilih kata yang menyebut maksud secara langsung. Pengantar seperti "ingin menginformasikan bahwa" dapat dihapus jika tidak menambah konteks.
Contoh redaksi hipotetis: "Saya ingin menginformasikan bahwa formulir perlu dikirim hari ini" dapat diringkas menjadi "Mohon kirim formulir hari ini." Ringkas bukan berarti menghapus informasi penting; jika pelaku, waktu, atau tingkat kesopanan memengaruhi maksud, pertahankan dengan jelas.
Atur gagasan menurut tujuan pesan
Untuk permintaan, cobalah menyebut tindakan lebih dahulu, lalu objek atau batas waktunya, kemudian alasan yang diperlukan. Contoh redaksi hipotetis: "Mohon kirim formulir hari ini agar data bisa diperiksa besok." Pembaca mendapat permintaan dan waktunya sebelum membaca alasannya.
Urutannya bisa berbeda jika tujuan pesan adalah menjelaskan keputusan. Dalam hal itu, sampaikan keputusan terlebih dahulu, lalu berikan alasan dan rincian pendukung. Patokannya bukan satu susunan yang berlaku untuk semua teks, melainkan hubungan yang ingin ditunjukkan: mana pokok pesan, mana penjelasnya.
Pilih kata yang tidak menyisakan tebakan
Gunakan istilah yang sesuai dengan pembaca. Jika istilah khusus memang diperlukan, beri penjelasan singkat. Periksa juga kata-kata yang belum menyebut tindakan secara spesifik. Misalnya, pada kalimat "Mohon ditindaklanjuti segera", tanyakan: siapa yang bertindak, apa yang perlu dilakukan, dan kapan batas waktunya? Sebutkan rincian yang sudah diketahui; jangan mengisi bagian yang belum pasti dengan dugaan.
Kompetensi komunikatif mencakup kemampuan merumuskan dan memahami pesan dengan baik [1]. Karena itu, draf dapat diperiksa dari dua arah: apakah penulis sudah menyebutkan inti dengan tepat, dan apakah penerima dapat mengenali maksud tanpa menebak rujukan kata seperti "ini", "itu", atau "nanti". Jika satu kata dapat merujuk ke beberapa hal, ganti dengan nama benda atau tindakan yang dimaksud.
Sunting tanpa menghilangkan konteks
Pesan yang rapi tidak selalu menjadi pesan yang paling pendek. Hapus kalimat pengantar yang hanya menunda inti, tetapi pertahankan konteks yang membantu menjelaskan maksud. Pilihan kata yang tepat dan urutan gagasan yang terarah membuat penjelasan lebih langsung sekaligus tetap cukup utuh untuk dipahami.
Sumber
- [1] Wikipedia bahasa Indonesia — Komunikasi. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=30007480&title=Komunikasi (diakses 2026-10-04).